Tampilkan postingan dengan label POWER SUPLY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POWER SUPLY. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juni 2013

Cara mengetahui PSU komputer Drop

Ada beberapa ciri yang bisa mengindikasikan bahwa PSU komputer sudah drop, diantaranya:
  1. PSU masih nyala, tetapi monitor tidak menampilkan gambar apapun, walaupun BIOS.Jika dalam kondisi seperti ini, CD ROM juga masih bisa membuka dan menutup cover. Num Lock yang ada di keyboard juga masih berfungsi dengan baik.
  2. Biasanya lampu indikator harddisk akan nyala terus (menyala seperti lampu power)
  3. Jika komputer masih nyala, biasanya sering restart atau bahkan mati sendiri
  4. USB port menjadi tidak berfungsi
  5. Komputer sering Hang sendiri
  6. Kondisi akan lebih parah jika anda menambahkan beban PSU, misal menambahkan harddisk baru, CD ROM drive baru atau kipas baru
  7. Sering terjadi beberapa peripheral tidak terdeteksi di BIOS, seperti CD ROM drive atau harddisk (dalam kondisi komputer masih mampu untuk menyala)
beberapa point diatas bisa dijadikan sebagai referensi awal dalam memprediksi kondisi drop PSU komputer anda. Untuk memastikan bahwa PSU anda benar-benar drop, lakukan langkah-langkah berikut:
  1. Lepas semua kabel PSU yang menancap ke semua peripheral yang ada dalam casing komputer. Lepaskan semuanya.
  2. Siapkan kawat/klip kertas yang biasa digunakan dikantor-kantor
  3. jumper/hubungkan kabel warna hitam dengan warna hijau yang berada dalam konektor power 20 atau 24 pin 
  4. Hubungkan PSU ke jaringan listrik
  5. Dalam kondisi ini ada kalanya kipas PSU masih mau berputar, tetapi hal tersebut belum bisa mengindikasikan bahwa PSU benar-benar dalam kondisi fit
  6. Sekarang coba berikan beberapa beban ke PSU tersebut. Bisa menggunakan CD ROM, kipas atau harddisk (saran saya jangan pake harddisk, takutnya cepet rusak). Bersamaan dengan hal itu, lakukan pula pengecekan terhadap tegangan keluaran pada 12 V dan 5 Volt dengan menggunakan volt meter pada posisi skala 50 (lebih bagus jika menggunakan AVO meter yang digital, agar hasilnya lebih mudah dilihat karena berupa angka). Sambil dilakukan pengetesan tegangan, anda juga bisa melakukan kegiatan membuka dan menutup cover CD ROM.
  7. Jika dalam pengetesan poin 6 didapat hasil pengetesan tegangan yang berubah-ubah dengan pergerakan yang lumayan besar, maka bisa dipastikan PSU tersebut dalam kondisi drop.

Demikian penjelasan singkat mengenai cara mengetahui PSU yang drop. Setelah anda yakin bahwa PSU anda drop, maka anda bisa menentukan langkah selanjutnya, apakah akan menggantu PSU anda dengan yang baru atau mencoba dulu untuk memperbaikinya

sobatPC.com

Senin, 10 Juni 2013

Tes Kerusakan Pada Power Supply

Untuk menguji dan mengetahui kerusakan pada power supply cara berikut dapat kita kerjakan. secara manual menggunakan multimeter menggunakan power supply tester untuk melakukan tes PSU otomatis. Tes manual dengan menghubungkan ujung kabel output tertentu. (by Mas Agussale)

Ketiga metode ini sama-sama efektif untuk pengujian power supply sehingga yang mana yang Anda pilih benar-benar terserah pada Anda. Namun ada pengecualian bahwa nomor 1 dan 2 menggunakan alat bantu yang harus dibeli sedangkan nomor 3 alat bantunya tidak dibeli, cukup kabel kecil sepanjang 10-15 cm. Cara nomor 3 inilah yang akan kita bahas kali ini.

Langkah-Langkah Tes Power Supply :
  • Lepaskan kabel listrik PSU dari stop kontak.
  • Lepaskan kabel output PSU dari Mainboard.
  • Pasang kembali kabel listik (AC) PSU sehingga dalam PSU terdapat aliran listrik.
  • Siapkan kabel penghubung sepanjang 10-15 centimeter yang kedua ujungnya dikupas.
  • Pegang kabel out utama dari PSU, lalu hubungkan ujung kabel WARNA HIJAU dengan HITAM (yang penting hitam) dari salah satu kabel itu. Ingat! Yang jadi titik tolak logika adalah menghubungkan ujung kabel HIJAU dengan kabel lain. Sebenarnya boleh juga antara hijau dan merah, hijau dan kuning, yang penting salah satunya adalah HIJAU. Lihat caranya pada gambar dibawah ini.
Hati - hati saat melakukan tes, sebab anda terhubung dengan arus listrik yang dapat menyetrum diri anda sendiri, saran saya pahami betul cara, teknik serta proses memperbaiki power supply ini secara runtun dan efektif.

Khusus bagi yang ingin mendapatkan materi lengkap tentang Cara Memperbaiki Power Supply, kami merekomendasikan Ebook Panduan Cara Memperbaiki Power Supply yang diberi dengan Judul "Step by Step Power Memperbaiki Power Supply dari Qbonk Media Gruop.
 
 
 

Cara Memperbaiki Power Supply Komputer Lemah/ Rusak Total

Cara Memperbaiki Power Supply Komputer Rusak Total- Nah pembahasan kali ini adalah tentang Cara Memperbaiki Power Supply Komputer Rusak Total. Di sini saya akan share pada anda semua, kenapa sih power supply sering mengalami kerusakan? bagaimana cara memperbaikinya dengan mudah dan berhasil? mungkin anda kesulitan bukan? nah saya sarankan untuk mendownload ebooknya deh, udah ada nih ebook untuk memperbaiki power supply yang rusak, ebook ini sangat membantu sekali bagi anda yang masih belajar maupun udah pengalaman, ebook ini menuntun anda dalam memperbaiki P.supply anda.

Selain anda mendapatkan ilmu yang banyak dari ebook ini anda juga bisa mendapatkan penghasilan dengan berbekal ebook ini. Download ebooknya di bawah :

anda akan mendapat tutorial dan anda akan di pandu dengan sangat jelas :

PSU 
Tentang Daftar Isi Ebook :
Ebook Panduan Memperbaiki Power Supply, adalah panduan mengenal lebih jauh tentang Power Supply PC, kerusakan dan cara memperbaikinya .
Anatomi Switching Mode Power Supply
  1. Pengenalan
  2. Ada Dua Desain Dasar Power Supply: Linear Dan Switching.
  3. Switching Power Supply Diagram
  4. Inside a PC Power Supply
  5. Voltage Doubler and Primary Rectifier
  6. Active PFC
  7. Switching Transistors
  8. Circuit Control Transformer dan PWM
Kerusakan Power Supply
  1. Tidak bisa hidup. Semua lampu indikator mati
  2. Kipas Power Suply tidak jalan. Ketika komputer dihidupkan, tidak ada reaksi sama sekali
  3. CPU sering restart sendiri.
  4. CPU sering mati sendiri setelah beberapa waktu digunakan.
Power Supply Troubleshooting!
  1. Metode Sederhana
  2. Metode Pengamatan
  3. Menggunakan Metode Pengukuran Nila dan Polaritas Komponen
  4. Menggunakan Metode Pengukuran Tegangan

Copyright © 2013. INFO TERKINI


Tips Cara Merawat Power Supply Agar Awet Dan Tahan Lama


Tips Cara Merawat Power Supply Agar Awet Dan Tahan Lama.~ Pada bagian komputerPower Supply termasuk bagian/ komponen yang sangat penting. karna arus listrik pertama kali masuk melalui Power Supply baru dibagikan ke komponen lainya seperti motherboard dan lainya dan bukan itu saja Power Supply juga berfungsi untuk merubah tegangan listrik bolak-balik (AC), menjadi (DC). Dengan fungsi tersebut maka arus tegangan listrik yang tadinya arus kuat berubah menjadi arus kecil.
Oleh karna itu Jika Power Supply rusak maka akan mengakibatkan komputer tidak dapat berfungsi sama sekali, disini saya akan sedikit berbagi tips untuk merawat Power Supply agarPower Supply tersebut Awet(tahan dalam jangka waktu lama).

Tips Cara Merawat Power Supply Agar Awet Dan Tahan Lama.
1.Gunakan Stabilizer, untuk menahan saat tegangan listri turun/mati, atau bisa juga dikarnakan arus listrik yang tiba tiba tinggi. Dengan kita menggunakan Stabilizer kita dapat menghindari hal hal tersebut karna fungsi Stabilizer disini adalah untuk menahan shock electricit.


2. Menggunakan perangkat tambahan pada komputer yang menguras pasokan sumber listrik. Maksudnya adalah, memberikan beban baru terhadap tegangan listrik yang harus dihadirkan pada mesin komputasi.


3. Membersihkan debu atau kotoran yang terdapat pada casing Power Supply. Debu dan kotoran dapat menggangu sirkulasi tegangan listrik dan udara pada Power Supply, untuk membersihkan nya anda dapat menggunakan kuas atau sikat yang lembut .


Minggu, 09 Juni 2013

Cara Mudah Mengetahui Power Supply Komputer Rusak atau Tidak

Power Supply Komputer anda Rusak (Mati) atau Tidak ? inilah yang terkadang menjadi kendala kalau kita memang bukan seorang yang ahli di bidang komputer atau lebih kerennya bisa dibilang sebagai seorang Teknisi Komputer.

Salah satu masalah kerusakan komputer PC adalah komputer mati total atau tidak dapat menyala. Penyebab komputer mati bisa karena tidak adanya arus yang mengalir ke motherboard. Untuk mengetahui penyebabnya bisa dicek dari sambungan kabel ke stop kontak (sambungan listrik) kemudian dilanjutkan dengan pengecekan power supply yang berfungsi sebagai sumber daya dari komputer.
Power Supply Komputer Rusak atau Tidak

Mau belajar sendiri Cara Cepat/Tutorial Cara Memperbaiki Power Supply yang Mati Rusak ? anda cukup mendownload ebook berikut ini :
Cara Mengecek Kondisi Power Supply Komputer, Hidup atau Mati

Mengecek power supply, apakah rusak (dalam hal ini hidup ataukah mati) atau tidak maka harus menggunakan trik / cara khusus, hal ini karena power supply tidak akan bisa bekerja jika tidak diberi beban.

Berikut ini trik yang bisa digunakan untuk mengecek power supply adalah:
  1. Lepas semua kabel power supply yang terhubung ke motherboard
  2. Cari kabel yang sudah tidak dipakai dan potong beberapa centimeter panjangnya, kemudian kelupas di kedua ujungnya
  3. Hubungkan kaki-kaki (lihat gambar) kabel power supply antara warna hijau dan hitam
  4. Selanjutnya coba hubungkan power supply ke listrik
Jika kipas power supply mati, maka kemungkinan power supply mengalami kerusakan (mati). Namun jika kipasnya menyala maka ada kemungkinan yang rusak adalah pada bagian motherboard. Untuk masalah ini ada baiknya bila Anda coba bawa ke tempat service komputer yang juga bisa memperbaiki motherboard

Konsumsi daya untuk VGA Card

Konsumsi daya dari kartu grafis saat ini telah meningkat banyak. Beberapa Model menggunakan antara 110 dan 270 watt dari catu daya, bahkan, kartu grafis yang kuat pada kondisi beban penuh memerlukan sebagai kekuatan sebanyak sisa komponen sistem PC gabungan. Jika Anda berencana untuk meng-upgrade ke kartu dual-chip atau mengupgrade sistem anda dengan kartu video kedua menggunakan SLI atau CrossFire, maka GPU (Graphic Processing Unit) memainkan peran terbesar dalam menentukan berapa banyak watt catu daya berikutnya Anda harus anda sediakan.


Sumber daya yang stabil adalah penting jika Anda ingin menghindari kecelakaan penuh-load sistem operasi, alias tampilan “blu screen” Jika Anda tidak memiliki cukup daya, maka PC atau terlalu panas power supply, dalam kasus yang terburuk akan terdengar suara keras pada power supply. Pertanyaan yang paling penting adalah: berapa banyak watt catu daya harus dibutuhkan, apakah itu memberikan cukup kekuatan, dan yang colokan atau adaptor yang diperlukan untuk memasok?
Tentu saja, biaya juga menjadi faktor. Dengan harga listrik saat ini, Anda harus menilai bukan hanya biaya perangkat keras tetapi juga memperkirakan daya yang digunakan selama satu tahun penuh. Jika Anda tidak perlu kinerja 3D akhir dan sedang mencari kartu grafis untuk Anda HTPC yang lebih ekonomis, Anda dapat membandingkan empat generasi dari AMD dan chip Nvidia.

Bateray Laptop Eksternal

Bateray Laptop Eksternal, Laptop adalah sebuah komputer mobile, yang dapat dioperasikan di mana saja bahkan di tempat yang tidak tersedia cord colokan Listrik, biasanya di tempat hostpot umum. Power yang digunakan oleh laptop adalah baterai, tapi kendalanya baterai tersebut tidak tahan lama, apalagi baterai yang sudah drop.
Sebuah baterai laptop eksternal dapat menjadi Solusi bagi kebanyakan orang terutama orang-orang yang bekerja lembur dengan laptop mereka. Baterai ini bekerja seperti biasa, dan memberikan semua kebutuhan untuk laptop Anda disaming batrerai internal, tetapi hanya untuk waktu yang terbatas. Ada juga baterai USB yang dapat menambah beberapa jam ekstra power untuk komputer Anda. Anda juga dapat menemukan beberapa baterai besar di toko penjualan baterai dapat menyediakan untuk Anda sebuah baeterai dengan dengan power konsumsi yang lebih kuat dari baterai laptop anda.

Tujuan dari baterai laptop eksternal hanya memberikan daya ke baterai laptop Anda ketika saatnya baterai laptop anda akan habis. Ini akan menjadi bantuan besar terutama ketika Anda bekerja pada sebuahproyek penting. Tentu saja, bila Anda memiliki laptop portabel, Anda membawa ketempat dimana tidak ada catu daya listik. Itu akan menjadi masalah besar bagi kebanyakan orang. Dengan baterai eksternal, Anda merasa nyaman karena Anda tidak perlu khawatir kehabisan daya baterai laptop, sehingga anda dapat melanjutkan pekerjaan anda selama 3 s/d 4 jam.
Sebuah kemasan baterai laptop eksternal yang sempurna bisa Anda dapatkan dengan memilih jenis baterai yang bagus. Baterai ini kecil digunakan dengan mudah. Dan menawarkan kekuatan tambahan selama 4-5, sehingga anda dapat menyelesaikan pekerjaan anda saat beterai internal laptop anda habis.
Contoh Beberapa Jenis External Baterai Laptop
1. Super High Capacity External Rechargeable Battery Pack – BP150
  • Capacity                : 153 Watt-Hour* (30,600 mAh@5V )
  • Battery Cell            : Panasonic (18 cells)
  • Colors                  : Dark Blue
  • Chemistry               : Li-ion
  • Input Charging Voltage  : DC 12 – 19V
  • Output Voltage          : 16V/19V + 5V USB Port
  • Operation Current       : Max. 4.75A
  • Charging time           : 4-6 hours
  • Size                    : 270.00 x 145.00 x 32.55mm (10.6″ x 5.7″ x 1.3″)
  • Price             : $199.95
Perkiraan kasar daya tahan baterrai BP150 :
  • 6 ~ 12 jam untuk laptops
  • 210 Jam untuk handpon phone
  • 900 Untuk mp3 player
  • 1800 jan untuk eBook
2. Universal External Li-ion Laptop Battery and Charger
Ini merupakan baterai laptop eksternal. ENB006L adalah Baterai Eksternal yang sangat efektif untuk Power Baterai yang dapat digunakan untuk Laptop Komputer, Kamera Digital, Digital Photo Frames, PDA, dan Mobile Phones, dll Seperti ada 3 colokan output, EL1695 dapat melakukan multi-tugas, memasok listrik ke beberapa sumber tegangan yang berbeda secara bersamaan. ENB006L Power Baterai Eksternal adalah produk yang aman karena terdapat sirkuit perlindungan, dan bisa memberikan listrik lebih untuk perangkat elektronik Anda. Keselamatan dan kemudahan adalah nilai tambah dari Eksternal Daya Baterai.
  • Chemistry:Li-ion Li-Polymer
  • Input:DC 15-19V (Min 45W input)
  • Output:DC 5V, 10.8V & 19V
  • Operation Current: Max. 3.5A
  • Charging time:3-4 Hours
  • Size:188.00 x 113.00 x 22.00 mm
  • Rate:75W
3. universal external lithium laptop battery pack [20000mAh/74WH]
  • Brand: External battery
  • Battery Type: Li-polymer
  • Color: Light Grey
  • Imension: 175x112x24mm
  • Net Weight: 650g
  • Capacity: 20000mAh/74WH
  • Voltage: 16V/4A, 19V/3.5A, 22V/3A, 24V/2.5A, USB 5V/1A
  • Condition: Hi-Quality, Safe, Fast !
  • Price : US $ 119.45

Bagaimana Power PC Supplies Kerja

Jika ada satu komponen yang mutlak penting untuk pengoperasian komputer, itu adalah power supply. Tanpa power supply, komputer hanyalah sebuah kotak yang tidak berfungsi. Pasokan listrik mengubah arus bolak-balik (AC) dari catu daya listrik rumah Anda ke arus searah (DC) yang diperlukan oleh komputer. Pada artikel ini, kita akan belajar bagaimana pasokan daya PC bekerja.
Dalam sebuah komputer pribadi (PC), catu daya berbentuk kotak logam yang biasanya ditemukan di sudut atas. Power supply terlihat dari belakang CPU.
Pasokan listrik, sering disebut sebagai “switching power supplies”, menggunakan teknologi switcher untuk mengkonversi input AC ke tegangan DC yang lebih rendah. Tegangan yang khas disediakan adalah:
  • 3,3 volt
  • 5 volt
  • 12 volt
Tegangan 3.3-5-volt biasanya digunakan oleh rangkaian digital, sedangkan 12-volt digunakan untuk menjalankan motor di disk drive dan fans. Spesifikasi utama dari catu daya adalah watt. Watt adalah produk dari tegangan (volt) dan arus (ampere/amp). Jika Anda telah menggunakan PC selama bertahun-tahun, Anda mungkin ingat bahwa PC telah beralih switch besar merah yang fungsinya lebih baik daripada yang lama. Ketika Anda menghidupkan PC atau mematikannya, Anda dapat melakukannya. Switch ini mengontrol aliran 220 volt power dar catu daya listrik.
Saat Anda menghidupkan daya dengan tombol power, dan Anda mematikan mesin dengan pilihan menu shutdown. Sistem operasi dapat mengirim sinyal ke catu daya untuk mematikan power supply. Tombol push mengirim sinyal 5-volt power supply untuk menyalakan system. Power supply juga memiliki sirkuit yang memasok 5 volt, yang disebut VSB untuk “tegangan siaga” bahkan ketika komputer anda di “off” (di shutdown), bila di bios anda di setting untuk menghidupkan komputer melalui tombol power dari keyboard, maka system akan menyala.
Bagaimana untuk menguji power supply komputer Anda
Ada beberapa langkah sederhana yang perlu Anda ketahui untuk menguji power supply komputer Anda, seperti mematikan saklar daya dan mencabut plug dari power supply. Kemudian Anda perlu untuk mencabut kabel dan membongkar bagian dari power-supply. Hal ini dilakukan untuk sepenuhnya menghilangkan catu daya yang terhubung ke power supply. Kemudian, Anda cari konektor ATX, kabel hitam dan hijau, dan satukan kabel tersebut bersama-sama. Selanjutnya, Anda hubungkan ke catu daya listrik dan pastikan sistem ventilasi/kipas berfungsi dengan baik, Anda memeriksa apakah koneksi sudah benar. Tegangan 12 volt dari power supply dapat anda ukur dengan volt meter.

Sebelum anda memeriksa power supply anda perlu menyediakan beberapa peralatan
  1. Obeng kembang
  2. Multi Tester
  3. Kabel Penghubung
Untuk dapat menguji power supply komputer Anda, Anda dapat mengikuti petunjuk di bawah ini:
  1. Matikan saklar daya Anda dan cabut steker dari catu daya listrik.
  2. Lepaskan kabel dari CPU dan mulai menghilangkan bagian catu daya dalam rangka untuk menghapus catu daya keseluruhan (kotak logam persegi) dari CPU.
  3. Setelah selesai, cari konektor ATX utama dan cari kabel hijau.
  4. Juga cari kabel hitam di dekat kabel hijau dan dengan menggunakan Kabel sambungan, Sambungkan kedua kabel tersebut.
  5. Setelah anda hubungkan kabel warna hijau dan warna hitam, hubungkan power supply ke Catu daya listrik dan pastikan Kipas power supply berputar ketika anda hubungkan power supply ke listrik.
  6. Untuk memeriksa apakah koneksi benar, gunakan Multi tester (Avo meter) periksa diantara kabel kuning dan kabel hitam harus menampilkan tegangan 12 volt (Ingat, Hubungkan kabel kuning PSU dengan kabel merah dari Avo meter, dan kabel hitam PSU dengan kabel hitam dari avo meter).   by ; dunkom

Kamis, 06 Juni 2013

CARA KERJA RANGKAIAN POWER SUPPLY



Catudaya atau power supply merupakan suatu rangkaian elektronik yang mengubah arus listrik bolak-balik (alternating current / AC) menjadi arus listrik searah (direct current / DC).
Dalam kehidupan sehari-hari. sumber tegangan dari PLN adalah tegangan AC, dimana tegangan ini akan bergerak naik-turun dari 220 volt AC menjadi -220 volt AC selama 50 kali dalam 1 detik secara sinusoidal. Itulah makanya sering kita lihat pada stiker spesifikasi alat elektronik adalah 220 VAC / 50 Hz. Saking cepatnya tegangan AC ini bergerak, kita sampai tidak melihat pergerakannya, itu dibuktikan dengan lampu dirumah kita yang selalu menyala bila lampu tersebut dinyalakan, padahal lampu tersebut sebenarnya nyala-mati-nyala-mati selama 50 kali / detik.
Banyak peralatan listrik yang dapat beroperasi bila langsung terhubung dengan stop kontak rumah kita seperti : Oven, setrika, lampu, dll. Berarti peralatan listrik tersebut memang membutuhkan tegangan 220 VAC.
Namun ada juga peralatan listrik yang membutuhkan tegangan DC dimana tegangan yang dibutuhkan harus stabil atau tidak naik-turun seperti AC. Peralatan listrik ini diantaranya TV, DVD player, Tape, Radio, dll. Untuk mendapatkan tegangan DC, kita dapat menggunakan adaptor / power supply , batu baterai, aki, dll.
Mungkin Anda bertanya, ”TV dirumah saya langsung terhubung ke stop kontak (PLN) kok, berarti kan tegangan yang masuk adalah 220 VAC ?”.
Anda benar sekali, elektronik seperti TV, DVD player, dll memang langsung terhubung dengan stop kontak PLN yang berarti mendapatkan tegangan 220 VAC. Tapi bila Anda melihat isi didalam TV, DVD player, dll.maka akan Anda temui sebuah modul power supply / adaptor, dimana fungsi modul ini adalah mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC.
Namun tidak semua peralatan elektronik yang membutuhkan tegangan DC memiliki modul power supply didalamnya. Misalnya saja, mungkin Anda memiliki / setidaknya pernah melihat sebuah laptop, dimana laptop ini untuk bekerja tanpa baterai harus terhubung ke suatu kotak hitam, baru kemudian kotak hitam tersebut terhubung ke stop kontak PLN. Nah, Kotak hitam itulah sebenarnya power supply / adaptor.
Sekarang coba Anda perhatikan panel belakang dari komputer desktop di depan Anda saat ini, apakah di bagian atas terdapat kipas exhaust ? Nah, itulah power supply dari komputer Anda. Komputer biasanya membutuhkan tegangan 5 VDC dan 12 VDC, sedangkan tegangan dari PLN adalah 220 VAC, nah inilah tugas dari power supply / adaptor untuk mengubahnya.
//
Mari kita pelajari sebuah modul power supply / adaptor !!!
Secara prinsip rangkaian power supply adalah menurunkan tegangan AC -> menyearahkan tegangan AC sehingga menjadi DC -> Menstabilkan tegangan DC, yang terdiri atas transformator, dioda dan kapasitor/condensator.
Menurunkan Tegangan – dengan komponen Transformator
Tranformator biasanya berbentuk kotak dan terdapat lilitan-lilitan kawat email didalamnya. Tugas dari komponen ini adalah untuk menaikkan atau menurunkan tegangan AC sesuai kebutuhan. Kita lihat lagi komputer di depan Anda, komputer di depan Anda membutuhkan tegangan sekitar 5 VDC dan 12 VDC. Nah, transformator merupakan komponen terbaik untuk menurunkan tegangan PLN dari 220 VAC menjadi 15 VAC. Mengapa 15 VAC ?! karena kebutuhan komputer ada yang 12 VDC, jadi kita harus menyiapkan tegangan lebih tinggi dari 12 VDC. Ingat bahwa komponen ini hanya menurunkan tegangan AC, jadi setelah tegangan PLN 220 VAC diturunkan menjadi 12 V, maka sifat dari 12 V ini masih AC dan belum DC.
Penyearah (Rectifier)- dengan komponen Dioda
Setelah tegangan PLN diturunkan menjadi 15 VAC, maka saatnya untuk mengubah sifat AC menjadi DC. Tugas ini dilakukan oleh rangkaian penyearah dengan komponen dioda. Perhatikan kedua gambar berikut, dimana Gambar 1 adalah gambar gelombang AC yang masih bolak-balik, sedangkan Gambar 2 adalah gambar dimana gelombang negatif akan dibuang / tidak dilewatkan.


Ada 2 jenis rangkaian penyearah, yaitu setengah gelombang (half wave) dan gelombang penuh (full wave).
Penyearah setengah gelombang (halfwave rectifier)
Seperti namanya, rangkaian ini hanya memotong setengah periode saja. Jadi perhatikan Gambar 1 dan 2 lagi. pada Gambar 2 terlihat bahwa fase negatif akan dihilangkan atau tidak dilewatkan, sehingga nantinya hanya fase positif saja yang akan dilewatkan. Ingat bahwa maksud dari kata “searah” disini adalah sama fasenya, jika hanya fase positif saja yang dilewatkan maka gelombang tersebut dinamakan searah, dan jika hanya fase negetif saja yang dilewatkan, gelombang tersebut dinamakan searah juga. Jadi, persepsi kata “searah” berarti hanya fase positif atau fase negatif saja yang dilewatkan.
Jika sebelum disearahkan, gelombang bergerak dari puncak positif ke puncak negatif, maka sekarang gelombang bergerak dari puncak positif ke nol.
Bentuk dasar rangkaian penyearah setengah gelombang seperti terlihat pada gambar 3. Beban yang membutuhkan sumber tenaga listrik searah diwakili oleh resistor. Sebuah dioda diletakkan seri atau berderet dengan beban sehingga arus listrik hanya mengalir ke satu arah saja.


Gambar 4 menunjukkan apa yang terjadi dalam circuit selama periode setengah gelombang positip dari arus listrik bolak-balik. Anoda dari Katoda memperoleh gelombang positip, akibatnya dioda konduksi, arus listrik mengalir melalui beban. Pada beban timbul tegangan positip setengah gelombang. Jalannya arus listrik dari negatip AC menuju beban, dari beban menuju ke katoda dioda dan kembali ke terminal positip AC.


Gambar 5 menunjukkan setengah gelombang sinus berikutnya dari AC. Di sini anoda D1 menerima tegangan negatip akibatnya dioda menyumbat sehingga arus listrik tidak dapat mengalir dan pada beban tidak timbul tegangan.
Ingat bahwa ada dua lubang pada stop kontak rumah Anda, salah satu lubang disebut “live” dimana lubang inilah yang mengalirkan listrik, sedangkan lubang satunya adalah ”ground” atau netral. Saat fase positif, yaitu dimana “live” mengalirkan tegangan +220 VAC maka “ground” akan menjadi negatifnya, sedangkan saat “live” mengalirkan tegangan -220VAC, maka “ground” akan menjadi positifnya. Ingat bahwa arus listrik mengalir bila terdapat perbedaan potensial, dan selalu mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah (hukum conventional current – adalah hukum yang menyatakan bahwa arus mengalir dari kutub positif ke kutub negatif, padahal yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu hukum electron current)
Dari gambar 1,2, dan 3 jelas bahwa pada rangkaian penyearah setengah gelombang arus listrik AC diubah menjadi arus pulsa DC. Sudah barang tentu arus listrik pulsa DC tidak sesuai sebagai sumber energi bagi kebanyakan alat elektronik dikarenakan tidak stabil yaitu bergerak naik kemudian turun menjadi nol, dst (masih bergelombang sinus yang tidak sempurna). Yang dibutuhkan alat elektronik adalah arus listrik DC yang rata dan stabil. Rangkaian penyearah setengah gelombang hanyalah merupakan prinsip dasar catudaya. Pada paragraf berikutnya akan diketahui pengembangan dari halfwave ini yaitu penyearah gelombang penuh (fullwave) dan penyearah jembatan (bridge).


Penyearah gelombang penuh (fullwave rectifier).
Kelemahan dari halfwave rectifier adalah arus listrik yang mengalir ke beban hanya separuh dari setiap satu cycle. Hal ini akan menyulitkan dalam proses filtering (penghalusan). Untuk mengatasi kelemahan ini adalah penyearah gelombang penuh.

Rangkaian dasar penyearah gelombang penuh seperti terlihat pada gambar. Menggunakan dua dioda dan satu center tape transformer. Jika titik tengah transformer ditemukan maka tegangan di kedua ujung lilitan sekunder berlawanan fasa 180 derajat. Jadi ketika misalnya tegangan dititik A mengayun kearah positip diukur dari titik tengah lilitan sekunder maka tegangan dititik B mengayun ke arah negatif diukur dari titik yang sama. Mari kita lihat prinsip kerja penyearah gelombang penuh ini.Gambar A menunjukkan ketika anoda D1 mendapat tegangan positip, Anoda D2 mendapat tegangan negatip.

Pada kedudukan ini hanya D1 saja yang konduksi atau terhubung singkat. Arus listrik mengalir dari titik tengah sekunder melalui beban, kemudian melalui D1 dan kembali ketitik tengah melalui lilitan atas sekunder.
Da hal ini D1 berfungsi seperti saklar atau switch yang menutup sehingga arus listrik mengalir melalui beban disaat perioda positip dari gelombang sinus AC. Gambar B menunjukkan apa yang terjadi selama setengah periode berikutnya ketika polaritas berganti.

Anoda D1 mengayun kearah negatip sementara anoda D2 mengayun kearah positip. Akibatnya D1 menyumbat, sebaliknya D2 konduksi atau terhubung singkat. Pada keadaan ini arus listrik mengalir dari titik setengah sekunder melalui beban dan D2 kembali ketitik tengah setelah melalui lilitan bawah sekunder. Perhatikan bahwa dalam rangkaian penyearah gelomang arus listrik mengalir sepanjang satu perioda. Sedangkan dalam rangkaian penyearah setengah gelombang arus listrik hanya mengalir selama setengah perioda saja. Jadi penyearah gelombang penuh (fullwave rectifier) lebih baik dari penyearah setengah gelombang (halfwave rectifier).
Penyearah type jembatan (bridge rectifier)
Rangkaian dasar penyearah type jembatan seperti terlihat pada gambar. Terdiri atas satu transformer dan 4(empat) dioda yang disusun sedemikian rupa sehingga arus listrik hanya mengalir kesatu arah saja melalui beban. Circuit ini tidak memerlukan sekunder bersenter tapi sebagaimana pada rangkaian penyearah gelombang penuh. Bahkan transformator tidak diperlukan jika tegangan DC yang dibutuhkan relatif sama dengan tegangan jaringan PLN, misalnya. Artinya titik A dan B dapat dihubungkan langsung dengan jaringan yang tersedia di rumah.

Transformator digunakan bila tegangan DC yang dibutuhkan lebih kecil atau lebih besar dari tegangan jaringan. Selain itu adakalanya transformator digunakan sebagai isolator antara tegangan jaringan dengan tegangan rangkaian.
Gambar A menunjukkan jalannya aliran arus listrik selama periode positip AC (sine wave). D1 an D2 konduksi. Arus listrik mengalir dari ujung lilitan bawah sekunder melalui beban, D1, D2, dan kembali ke lilitan bawah sekunder.

Setengah perioda berikut polaritas sinewave berganti seperti terlihat pada gambar B. Ujung lilitan atas sekunder sekarang menjadi negatip, ujung lilitan bawah menjadi positif.D3 dan D4 konduksi. Pada kedudukan ini arus listrik mengalir dari ujung lilitan atas sekunder melalui beban, D3, D4 dan kembali lilitan bawah sekunder. Dari gambar A dan B nampak jelas arus listrik yang mengalir melalui beban selalu dalam arah yang sama.

Filtering (penghalusan).
Sebagaimana telah kita lihat pada bab sebelumnya bahwa arus listrik DC yang keluar dari dioda masih berupa deretan pulsa-pulsa. Tentu saja arus listrik DC semacam ini tidak cocok atau tidak dapat digunakan oleh perangkat elektronik apapun.

Untuk itu perlu dilakukan suatu cara filtering agar arus listrik Dc yang masih berupa deretan pulsa itu menjadi arus listrik DC yang halus/ rata. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan diantaranya dengan C filter, RC filter dan LC filter.
Pada bab berikut hanya akan dibahas C filter (basic). Sedangkan RC maupun LC filter merupakan pengembangan C filter yang fungsinya lebih menghaluskan tegangan output dioda. Capacitor sebagai filter.
Filtering atau penghalusan yang paling sederhana ialah dengan menggunakan capacitor yang dihubungkan seperti terlihat pada gambar. Tegangan input rata-rata (average) 115 volt. Tegangan puncak 162 volt. mari kita lihat apa yang terjadi ketika suatu capasitor ditambahkan pada output dioda.  Pada saat anoda D1 mendapat pulsa positip, D1 langsung konduksi dan capacitor mulai mengisi. Ketika capacitor telah mencapai tegangan puncak D1 menyumbat karena katodanya lebih positip daripada anodanya. Capacitor harus membuang (discharge) muatannya melalui beban yang mempunyai resistan tertentu. Oleh karenanya waktu discharge capacitor lebih lama dibanding waktu yang dibutuhkan AC untuk melakukan satu periode (cycle). Akibatnya sebelum capacitor mencapai nol volt diisi kembali oleh pulsa berikutnya.


Bagaimana bentuk tegangan DC setelah difilter dengan capacitor dapat dilihat pada gambar.
Gambar A menunjukkan output penyearah setengah gelombang tanpa capacitor. Tampak jelas tegangan rata-ratanya (E ave) hanya sitar 31% dari tegangan puncak. Ketika suatu capacitor ditambahkan maka bentuk tegangan outputnya seperti terlihat pada gambar B. Di sini capacitor mencegah tegangan output mencapai nol volt. Sehingga tegangan output rata-ratanya naik dibanding sebelumnya (no capacitor). Jika nilai capacitornya dibesarkan atau ditambah maka bentuk tegangan outputnya seperti terlihat pada gambar C. Tampak jelas tegangan rata-ratanya (E ave) meningkat dibandingkan sebelumnya (nilai capacitor yang lebih besar diperlukan bila arus listrik yang dinutuhkan beban relativ besar.

Tegangan rata-rata (E ave). Jika kita mengatakan tegangan AC ini 115 V, sesungguhnya yang kita sebutkan adalah tegangan efektif (E rms). Sedangkan tegangan puncaknya (Epeak0 adalah :E peak = E rms x 1,414 E peak = 115 V x 1,414 = 162,6 v.


Sedangkan tegangan rata-ratanya adalah 0 v karena positip dan negatip bergantian (alternate). Yang dibutuhkan rangkaian elektronika adalah tegangan rata-rata atau E ave. Untuk mendapatkan E ave maka salah satu gelombang AC (positip / negatip) harus di clip / dipotong (lihat gambar).
E ave = E peak x 0,0318 E ave = 162,6 v x 0,318 = 51,7 v.
Output E ave pencatudaya setengah gelombang sukar difilter karena mengandung ripple 50Hz
Pada catudaya type jembatan (bridge rectifier) hubungan antara tegangan puncak E peak dengan tegangan rata-rata E ave sebagai berikut:

E peak = E rms x 1,414
E peak = 115v x 1,414 = 162,6v.
E ave = E peak x 0,636
E ave = 1,62,6v x 0,636 = 103,4v.
Dari perbandingan di atas tampak jelas bahwa output tegangan DC catudaya type jembatan lebih besar dari type setengah gelombang. Walaupun ripple frequency catudaya jembatan 120Hz, secara teknis mudah difilter atau disaring dibanding ripple frequency 60Hz dari pencatudaya type setengah gelombang.

oleh ;
Imamst1's Blog

Fungsi Power Suply


Power supply

Power supply adalah perangkat elektronik yang berbentik persegi yang melekat pada chasing komputer yang berfungsi untuk merubah arus AC menjadi arus DC untuk memberi daya pada komponen komputer seperti motherboard, harddisk, CD room, Floppy Disk maupun komponen lain yang memerlukan daya. Pada saat ini dikenal 2 jenis power supply yaitu power supply AT dan power supply ATX.

Pada power supply banyak mempunyai konektor - konektor sebagai output dari power supply, Setiap konektor dari power supply menyesuaikan dari komponen hardware komputer yang akan diberi daya dan setiap konektor mempunyai peranan dan fungsi yang berbeda - beda. Berikut adalah fungsi konektor power supply:

  1. Konektor 20/24 PIN ATX motherboard : konektor ini akan langsung dihubungkan ke motherboard karena berfungsi untuk memberi daya pada motherboard.
  2. Konektor 4/8 pin 12V : Konektor 4 pin 12 volt biasanya digunakan pada komputer P4 sedangkan konektor 8 pin 12 volt biasanya digunakan untuk komputer server. Konektor ini berfungsi untuk memberikan supply daya khusus ke processor.
  3. 6 pin AUX power kabel : konektor ini berfungsi untuk memberikan data pada komponen VGA card yang berjenis PCIe keatas yang membutuhkan daya lebih untuk bekerja.
  4. Konektor 4 pin peripheral : Konektor ini berfungsi untuk menyuplai daya ke komponen - komponen seperti: harddisk, CD ROOM, grafik card, cashing fan dan lain-lain.
  5. Floppy Disk Power Kabel : konektor ini mempunyai unkuran yang sangat kecil yang digunakan untuk mensuplai daya ke floppy disk.
  6. SATA Power Kabel : Konektor ini digunakan untuk mensuplay daya ke komponen-komponen yang mempunyai port SATA seperti: harddisk SATA, CD Room SATA.
Semoga artikel ini bermanfaat ....
sumber ; MJ Tutorial Komputer

Cara Mengecek Power Suppl

Cara Mengecek Power Supply (Masih Hidup atau Mati Total)

Postingan ini saya share karna memang saya pernah mengalaminya waktu praktek kerja lapangan (PKL) di salah satu universitas yang ada ditegal, kerjanya yaa.. banyak. Oprek-oprek komputer, benerin jaringan, Install, dan sebagainya. Tentu saya menemukan berbagai masalah-masalah yang pernah saya hadapi, salah satunya komputer mati total.



Mungkin kamu pernah mengalami komputer kamu mati total. Komputer mati total jika kamu menekan powernya komputer tidak menyala atau hidup sama sekali. Kemungkinannya ada dua masalah.
Jika komputer ketika dinyalakan tetap tidak hidup dan tetap mati, kemungkinan yang terjadi adalah:
  • Kabel power putus atau bahkan saluran listriknya putus.
  • Power Supply mengalami kerusakan, bisa drop (nyala sebentar terus mati) dan bisa mati total.
Lalu bagaimana cara mengecek power suply masih hidup, mati atau rusak ?
Naah.. pada postingan ini saya bakal ngasih tau cara mengecek power suply dengan benar. Power suply yang bakal dibahas adalah jenis power supply ATX.

Berikut Cara untuk mengecek power suply jenis ATX:
  • Siapkan power supply yang akan dicek
  • Siapkan clip kertas yang telah diluruskan


  • Cari kabel yang berwarna hijau dan hitam, kemudian hubungkan dengan menggunakan klip kertas tersebut. Untuk lebih jelasnya, silakan bisa lihat gambar dibawah:


  • Colokkan kabel powernya ke listrik.
  • Perhatikan kipas Power Supply, kalau berputar berarti Power Supply hidup.
  • Akan tetapi Kipas Power Supply berputar belum tentu menandakan bahwa power supply itu bagus, karena ada banyak kasus power supply ATX itu mengalami arus/daya drop sehingga ketika disambungkan ke mainboard dan di bebani dengan harddisk, Komputer tetap tidak nyala / mati tapi kondisi fan masih berputar. Kondisi inilah yang dinamakan Power Supply Ngedrop. 
Berikut tanda power supply yang drop :

1. Komputer sering Hang sendiri.
2. USB port menjadi tidak berfungsi.
3. Kadang-kadang komputer restart sendiri.
4. Komputer nyala tampil di monitor tapi harddisk tidak terdeteksi di BIOS.